Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

Media Krabby

Beberapa hari yang lalu tak sengaja saya nonton Spongebob Squarepants. Tayangan ini walau konyol, saya akui tiap episodenya seru. Tetap menarik walau udah nonton berkali-kali.

Sebagaimana biasa, Mr. Crab matanya beruang-uang yang berbinar kalau melihat peluang bisnis yang menjanjikan keuntungan berlipat-lipat. Imajinasinya tentang keuntungan tersebut selalu susunan uang yang rapi memenuhi ruangannya. Ia lalu duduk di atas singgasana yang terbuat dari susunan uang hijau berlogo kerang itu.

Aku, Bangkuku, dan Peradaban Barat*

*judul ini memang sengaja dibuat dramatis, padahal sebetulnya dramatis bangetttz.

===========================
(Dulu bacaanku nggak bener. Sekarang ‘mungkin’ ‘sedikit’ ‘agak’ bener)
===========================

Kelas 5 SD aku masih di SD Bojongsalam I. Maklum kampoeng, –meski jadi SD favorit di kampoeng itu—sekolahku itu amat langka tersentuh pembangunan. Jadi tak pernah ada pemugaran setidaknya sampai aku pindah sekolah.

Lantai sekolahku waktu itu masih hitam jaman doeloe yang terbuat entah dari apa, yang kalau tiba musim hujan mendadak nggak bisa menolak untuk ditempeli lempung sana-sini yang emblog-emblogan bawaan sepatu-sepatu para muridnya.

Saturday, July 6, 2013

Tebar Intelektual Muslim ke Pelosok

Intelektual muslim terlalu banyak menumpuk di kota-kota besar, pelosok jadi sasaran empuk para misionaris.

Desa Tegalrejo Kecamatan Belitang adalah sebuah desa berjarak sekitar 180 km dari kota Palembang, Sumatra selatan yang jika menggunakan kendaraan pribadi dapat ditempuh dengan 5 jam perjalanan (minimal). Desa tersebut hanya dapat diakses melalui satu jalur yaitu jalur yang melalui bnyak desa, hutan, perkebunan karet, dan lain-lain. Karenanya, menyusuri jalan ke desa tersebut seakan melaui jalan takberujung.

Penduduk desa Tegalrejo umumnya orang-orang perantauan dari jawa tengah & jawa timur. Namanya saja Tegalrejo. Ketika saya mengunjungi desa ini untuk sebuah tugas, saya takmerasa seperti berada di pulau sumatera, tetapi pulau jawa, sebab hampir seluruh penduduknya berbicara khas 'jowo', medok.

Thursday, May 23, 2013

Kisah Mu'allaf Korea, terjemahan



Akan kuceritakan kisah tentang bagaimana akhirnya aku mnjadi seorang muslim.

Aku dilahirkan dalam keluarga kristen, keluargaku menginginkanku menjadi seorang pastor, karena itu aku mempelajari bibel dan kemudian mulai melakukan kristenisasi sehingga aku sekolah di sekolah misionaris.

Namun setelah itu orangtuaku meninggal, hingga aku hidup sendiri.

Kemudian aku diterima di beberapa universitas di Korea untuk mempelajari bahasa Cina. Tapi aku tak bisa memasukinya karena biaya kuliah di Universitas-universitas swasta Korea sangat mahal (membebani).

Karena itu aku mulai bekerja dalam sejumlah jabatan, (selama itu) aku terbiasa mendengarkan musik dan nyanyian karena merasa teramat sedih.

Aku tak dapat menemukan 'hakikat' dalam ajaran kristen, pada masa-masa tersulit dalam kehidupanku sekalipun. Kemudian aku berdoa, "Jika Allah itu benar-benar ada, maka berikanku petunjuk jalan yang benar ya Allah."

Setelah itu aku menemukan sejumlah buku dan materi-materi terkait Islam dan Muslimin, aku juga mengetahui isu-isu seputar Palestina. Sejak itulah aku mulai mempelajari Islam, dan ketika aku membaca surah al-Ikhlash, aku baru tahu bahwa Allah itu esa, Dia Tuhan Yang Esa, Yang mengurus alam semesta. Aku merasa Islam telah memelukku, kemudian aku menyatakan keIslamanku setelah sebulan mempelajarinya, alhamdulillah..

Sekarang aku sudah tidak mendengarkan musik, yang aku dengarkan hanyalah lantunan al-Quran.. "tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah", tidak ada jalan yang benar kecuali jalan Islam, sementara aku sangat bahagia menjalankan sunnah. Alhamdulillah atas segala ni'mat Islam dan Sunnah (Rasulullah, pent.). Segala puji bagi Allah Rabb semesta..

Wednesday, May 1, 2013

Perjuangan Jilbab Kami


Baca artikel tetang sejarah hijab nusantara yang ditulis Kak Sarah Mantovani (http://thisisgender.com/hijab-indonesia-sejarah-yang-terlupakan/), jadi ingat barang 16 tahunan yang lalu, saat Ibu mulai memakaikan kerudung di atas kepala saya di hari pertama masuk sekolah dasar.

Oya, zamannya Ibu-Ibu kita kuliah, barangkali zamannya revolusi jilbab yang Kak Sarah bilang di paragraf-paragraf terakhir artikelnya itu. Dulu, katanya Ibu pernah ikutan Usrah (Usrah itu satu akronim yang entah apa singkatannya saya lupa), yang jelas itu satu kelompok kajian Islam yang dari penuturan beliau saya kira masih mirip-mirip sama gerakan tarbiyyah yang berafiliasi ke Ikhwanul Muslimin. Kalau ia, saya terka mungkin ini gerakan awal-awal mereka memasuki ranah akademisi (baca: mahasiswa) meski perkembangannya pada saat itu belum sesignifikan sekarang secara kuantitas.

Thursday, June 30, 2011

My Best Teacher => U R My Inspiration



celotehannya tak lagi terdengar sejak sehari yang lalu,,
seorang gadis kecil nan mungil dengan segenap rasa ingin tahu yang tak pernah puas,,
tiap harinya senantiasa memunculkan progres yang signifikan membuatku terkagum-kagum..

biarkan terbang

Rabbiy, izinkanlah energi positifMu senantiasa mengalir bersama tiap-tiap sel darah merah dalam tubuhku, melewati setiap milinya sehingga energi itu akan senantiasa mengiringi setiap hela nafas serta serat-serat otot kakiku untuk berlari kencang kemudian terbang mencari cintaMu,,,,