Showing posts with label Sepilis. Show all posts
Showing posts with label Sepilis. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

Aku, Bangkuku, dan Peradaban Barat*

*judul ini memang sengaja dibuat dramatis, padahal sebetulnya dramatis bangetttz.

===========================
(Dulu bacaanku nggak bener. Sekarang ‘mungkin’ ‘sedikit’ ‘agak’ bener)
===========================

Kelas 5 SD aku masih di SD Bojongsalam I. Maklum kampoeng, –meski jadi SD favorit di kampoeng itu—sekolahku itu amat langka tersentuh pembangunan. Jadi tak pernah ada pemugaran setidaknya sampai aku pindah sekolah.

Lantai sekolahku waktu itu masih hitam jaman doeloe yang terbuat entah dari apa, yang kalau tiba musim hujan mendadak nggak bisa menolak untuk ditempeli lempung sana-sini yang emblog-emblogan bawaan sepatu-sepatu para muridnya.

Friday, October 25, 2013

Counter Isu Pluralisme, Elemen Mahasiswa Unpad Gelar Bedah Buku “Pluralisme Agama: Telaah Kritis Cendekiawan Muslim.”


Untuk pertama kalinya INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) ‘merambah’ satu lagi kampus besar di negeri ini, Universitas Padjadjaran. Bekerjasama dengan Hima-Himi Persis Unpad dan DKM al-Muslih Fakultas Ilmu Budaya Unpad, INSISTS pada sabtu (19/10) menggelar bedah buku yang baru saja diterbitkannya yaitu “Pluralisme Agama: Telaah Kritis Cendekiawan Muslim”.

Bedah buku ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan atas kerja sama dengan elemen kampus. Sebelumnya, bedah buku ini diselenggarakan di Universitas Indonesia atas kerjasama dengan DISC (Depok Islamic Study Circle) Masjid Ukhuwwah Islamiyyah UI pada sepekan sebelum ini, Jum’at (11/10) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Saturday, June 15, 2013

Jeneralisasi Ainur Rofiq

Jeneralisasi merupakan salah satu yang menjadi serabut akar konflik. Begitu mudahnya orang menjustifikasi kesalahan individu sebagai kesalahan kelompok. Nila setitik rusak susu sebelanga.

Ini pula akar sering terjadi di Indonesia. Apalagi, selain kaya sumber daya, Indonesia juga kaya kelompok sosial (Agama, ras, suku, budaya, organisasi, dan lain-lain) yang rentan eksploitasi yang mengarah kepada konflik sektarian untuk memenangkan satu ide tertentu pihak-pihak yang "berkepentingan".

Dalam makalah berjudul "Gerakan Transnasional Suriah; Refleksi untuk Indonesia" yang dimuat Dina Y. Sulaeman (seorang pengamat politik timur tengah) dalam blognya http://dinasulaeman.wordpress.com/ , Dr. Ainur Rofiq Al-Amin seorang dosen politik Islam IAIN Surabaya mengungkapkan sebuah analisis yang saya nilai tak berimbang.

biarkan terbang

Rabbiy, izinkanlah energi positifMu senantiasa mengalir bersama tiap-tiap sel darah merah dalam tubuhku, melewati setiap milinya sehingga energi itu akan senantiasa mengiringi setiap hela nafas serta serat-serat otot kakiku untuk berlari kencang kemudian terbang mencari cintaMu,,,,