Showing posts with label belajar nyastra. Show all posts
Showing posts with label belajar nyastra. Show all posts

Monday, November 11, 2013

Where are we going???

(Saya tulis ketika mengunjungi grup FB Keluarga Akademisi Persis Unpad. Sengaja grup tersebut saya tampangi gambar jalan di tengah hutan)

krik. krik.. krik... krik....
masih,
suara jangkrik yang mendominasi di antara rimbun dedaunan yang bergesekan satu sama lain
di sana gelap
karena ia jarang dijamah manusia
entah kenapa
padahal sebuah jalan sudah dibangun beberapa tahun lalu
untuk membelah hutan tersebut.

maksudnya,
agar ada yang mau membuat peradaban di seberang hutan sana.
tahukah?
di sana,
ada mentari yang jika terbit alangkah indahnya.
ada embun yang masih setia menggelayuti setiap serat tetumbuhan.
ada cekungan yang sedia menampung aliran embun itu jika terjatuh,
agar cinta bisa dibagi ke semesta,
menumbuhkan senarai elok berwarna warni,
penyegar mata
dan kalbu.

tapi hanya
krik.. krik... krik....
dan sesekali suara gagak
yang seram

Tuesday, October 8, 2013

"Menulis = JIHAD Kita", Meniti Jalan menuju Insan Media Beradab

*Suasana Pelatihan Jurnalistik PIMPIN
Ruangan Lab. Fisika di sudut lantai 2 Gedung Universitas Komputer Indonesia (Unikom) yang cukup besar dengan jumlah kursi yang banyak pada siang itu, sabtu (5/10/13) hanya diisi 6 orang audience termasuk pemateri. Apalagi di akhir pekan saat ruangan tersebut PIMPIN gunakan untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik sejak ba’da zhuhur hingga adzan ashar berkumandang, gedung ini memang sepi mahasiswa, tak bising sebagaimana biasa.

Saturday, October 20, 2012

Ayat-Ayat di atmosfer saung Bale Padjadjaran 2


16102012
Ayat-Ayat di atmosfer saung Bale Padjadjaran 2

Indahnya langit biru
Berarak gumpalan awan bak kapas putih nan lembut
Mengiringinya…
Keduanya tertangkap terik mentari siang ini…

Bumi yang menghampar tempat kita berpijak menatapnya
Penuh, sungguh, tak pernah lepas

Semilir angin sesekali
Dalam atmosfer  siang hari yang hangat
Menambah nikmat
si penikmat
Yang sedang duduk bersandar
Pada bilik kulit bambu yang semakin a lot mengeras
Namun rapuh jalinan seratnya
Sebab dimakan usia…

Pun
Mereka
dari bawah rajutan jerami memayungi
yang ditopang bambu tua
sedang menyaksikan Ayat-AyatNYa…

sebuah kolaborasi menakjubkan
tentang kebesaranNya

yang menambah pilinan serat spirit semakin tebal
menyulam
membungkus hati
agar aman dari dingin angin neraka
yang menggerahkan…

ja’alanaallaahu khaalishan liwajhihi
Allaahumma j’alnaa faaqihan fii d-diin
Allaahumma j’al ayyaamanaa mubaarakatan

Thursday, July 7, 2011

sambutlah cintaku..............................


oooo Allah.............................
pantaskah ku meminta
sementara ku belum sempurna 
          memenuhi tuntutan kewajibanMu, 
sementara wajibMu atasku
tak kupendam dalam kalbu penuh seluruh
sementara lalai itu masih bersemayam
dalam segenap titahMu
ku masih izinkan yang lain memasuki pintu hatiku selainMu,
dan membiarkannya bebas memengaruhi segenap unsur dari ragaku
tanpa kecuali,
ku tahu Engkau Maha Kaya yaa Rabb,,
ku tahu KayaMu sejagat raya,
bahkan yang tak terindra, 


biarkan terbang

Rabbiy, izinkanlah energi positifMu senantiasa mengalir bersama tiap-tiap sel darah merah dalam tubuhku, melewati setiap milinya sehingga energi itu akan senantiasa mengiringi setiap hela nafas serta serat-serat otot kakiku untuk berlari kencang kemudian terbang mencari cintaMu,,,,