Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Monday, September 30, 2013

Buku Baru Insists "Pluralisme Agama, Telaah Kritis Cendekiawan Muslim"


Di tengah makin maraknya konflik antarumat beragama dan juga pertanyaan mengenai nasib umat agama lain di akhirat sana, muncul pemikiran baru memberikan alternatif pandangan bagi sebagian orang. Pemikiran ini bernama pluralisme agama.

Paham ini mengangankan robohnya sekat-sekat antar agama dimana semua agama dapat berdamai dan berjalan bersama menuju keselamatan dan kebenaran yg diinginkan semua manusia. Paham ini juga mewartakan pandangan baru ttg kebenaran, bahwa semua agama adalah jalan yang sama sama sah dan sama pula benarnya menuju Tuhan yg sama.

Akibatnya kebenaran dan keselamatan menjadi begitu lumer. Setiap agama apapun nama dan bagaimana pun bentuk ritusnya, ialah sama-sama jalan yg sah menuju keselamatan dan kebenaran yg diangankan sebagai abadi. Buku ini mencoba memberikan jawaban bagi kerancuan paham pluralisme agama tersebut. Bahwa tidaklah benar kebenaran dan keselamatan ada di semua agama.

Buku ini diikhtiarkan untuk menjawab pandangan-pandangan rancu yg membahayakan akidah ini.

Tertarik dengan buku ini?
Silahkan hubungi Pimpin Bandung di :
ITB (085659030344)
Unpad (08891031933 / 087822856032)
UPI (08990220222)
Unikom (08891031933)
Atau ke
085720238886 (Bandung)
087725750239 (Ciamis dan sekitarnya)

Friday, May 3, 2013

The Amazing "Idea"


Orang perlu menulis untuk mendeskripsikan idenya. Motif dari "menulis" ini tentu bisa beragam, bisa karena keinginan agar idenya menginspirasi orang lain (kemanfaatan), bisa juga agar idenya dikritisi orang lain sebab merasa idenya masih belum mapan, dan mungkin bisa juga untuk "mengurung" ide tersebut agar tidak "kabur", atau mencari perhatian (sepertipuisi-puisi cinta seseorang kepada kekasihnya), atau hanya agar puas saja. Salah satu, sebagian, atau seluruh motif ini bisa ada pada siapapun yang menulis. Yang jelas, menulis adalah satu usaha agar ide kita diketahui orang lain.

Terciptalah buku-buku yang menjadi hasil dokumentasi dari ide-ide tersebut. ketebalan buku yang variatif menjadi bukti sedemikian kompleksnya ide yang ada di dalam otak penulis. Memaparkan satu objek memerlukan pemaparan objek turunan lainnya yang berkaitan, menjelaskannya, sehingga menjadi jelas bagi siapapun yang mempelajari ide tersebut. Begitu seterusnya hingga tergambarlah satu konsepsi yang bulat (dirasa mapan). Namun tebalnya buku yang mendokumentasikan gagasan kompleks seseorang tentang suatu objek tak lantas menjadikan pembacanya paham dengan gagasan si penulis secara utuh. Begitulah rumit dan kompleksnya sistem pengolahan informasi yang dimiliki akal manusia, beratus-ratus jilid buku yang ia hasilkan takkan mampu mendokumentasikan seluruh gagasannya secara utuh. Maha Suci Allah…. ^^"

Itulah sebabnya sangat banyak saran, kritik, atau bahkan penafsiran ulang yang dilakukan oleh pembaca gagasan terhadap dokumentasi tertuang ke dalam lembaran-lembaran kertas yang dijilid tersebut, dan kita tahu apresiasi yang diberikan sangat banyak, bahkan bisa melebihi karya awal yang dibuat. Lihatlah ilmuwan-ilmuwan muslim berapa ratus jilid buku yang mereka hasilkan, namun tulisan-tulisan lain yang menuliskan apresiasi terhadap karya-karya tersebut terus-menerus bermunculan dan berlanjut hingga kini, sejak berabad-abad yang lalu…

Subhaanallaah...

Tuesday, April 2, 2013

Inspiring me --the most


saat sedang futur, putus asa, dan kecewa, banyak yang menyarankan untuk bersabar, bersyukur, ikhlash, tawakkal.

"banyak-banyaklah mengingatNya...", "sabar ya...", "ikhlashkan saja...", "setelah berikhtiar dan berdoa, manusia hanya bisa bertawakkal, maka bertawakkal-lah...", “hamasah.. kamu pasti bisa!”

saya pun hanya manut-manut tanpa keadaan berubah sedikitpun. bibir saya terpaksa tersenyum --agar mereka tak merasa gagal menyemangati saya--, walau hati saya masih manyun. Bahkan karena itu kegalauan-pun semakin bertambah-tambah. Ya, kecewa, karena berharap keadaan menjadi lebih baik namun pada kenyataannya tidak.

bagi saya saat itu, ucapan-ucapan tersebut hanya basa basi atau ‘peribahasa populer’ yang siapapun bisa mengucapkannya, diiringi kepalan tangan yang begitu bertenaga untuk memberi efek dramatis. Tapi ‘bertenaga’nya tak samasekali mengalirkan energi dan memberi efek!

itu dulu, mungkin saya terlalu bebal, hatipun terlalu keras membatu untuk enggan menerima ucapan-ucapan seperti itu. terlalu sederhana? exactly yes!!!

Alhamdulillaah, Dia memiliki hamba sebaik Buya Hamka yang menyusun sebuah buku pembimbing aqidah berjudul "Pelajaran Agama Islam". Judul yang terlalu sederhana memang, untuk substansi yang terlalu tak sederhana (bagi saya). gaya tulisannya yang khas filosofis begitu ber’energi’ hingga mampu membimbing akal kepada hakikat-hakikat tentang bagaimana (dan mengapa harus) mengingatNya, sesuatu yang (jelas-jelas) tak berujud/terindera. hingga dari pemahaman dan kesadaran itu manusia akan mampu memahami konsep ikhlas, sabar, syukur (yang menjadi komponen-komponen utama dalam menjalani kehidupan sebagai ujian). Begini cara jitu Hamka rahimahullaah memberi semangat….

buat saya, buku ini yang pertama kali memberi penerangan pada lorong 'aqidah saya. buku yang ke-dua yaitu Petunjuk Jalan (Ma'aalim fith Thariiq)-nya Syed Quthb sebagai petunjuk bagi konsekuensi dari kesadaran yang pertama. kemudian Quantum Ikhlash-nya Erbe Sentanu.Buku-buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang masih sering ‘galau’.

karena bagaimanapun juga, akal manusia memerlukan cahaya yang menjadi penerang jalan menuju hakikat fungsinya. (treatment akal melalui 'membaca', menulis, berdialog)


#أولو الالباب و صفاتهم


biarkan terbang

Rabbiy, izinkanlah energi positifMu senantiasa mengalir bersama tiap-tiap sel darah merah dalam tubuhku, melewati setiap milinya sehingga energi itu akan senantiasa mengiringi setiap hela nafas serta serat-serat otot kakiku untuk berlari kencang kemudian terbang mencari cintaMu,,,,