Saturday, October 20, 2012

what should we do?


05102012
Kini sudah banyak Islamic Studies yang didirikan di barat untk membendung arus pergerakan muslim yang cukup signifikan. Untuk proyek besar orientalisme ini, tak tanggung-tanggung sangat banyak mahasiswa potensial dari seluruh penjuru negeri yang diserap untuk belajar di sana melalui beasiswa (meliputi tunjangan pendidikan dan hidup) yang begitu menggiurkan..
Untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas, mereka menyediakan kepustakaan yang begitu lengkap meliputi berbagai dinamika peradaban manusia sejak awal hingga kini, mulai dari literatur-literatur sejarah yang komprehensif, kebahasaan dunia, perkembangan Iptek, sosial, filsafat, dan lain-lain.
Selain itu mereka juga memberlakukan kurikulum ilmiah yang begitu ketat. Misalnya saja setiap mahasiswa wajib mengambil kursus untuk berbagai bahasa asing, seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Roman, bahasa Persi, hingga mampu berbicara dan menulis karya ilmiah dengan  bahasa-bahasa tersebut. Itu mengenai kebahasaan. Selain itu untuk menunjang kualitas para mahasiswa di sana diwajibkan membaca terjemahan al-Quran berulang-ulang plus berbagai kitab tafsirnya, menghafalnya, berikut menghafal banyak hadits dari kitab-kitab hadits terkemuka, juga membaca berbagai literatur tentang perkembangan pemikiran Islam, dan lain-lain.
Setelah lulus, mereka kembali ke tanah air dengan membawa amunisi yang lengkap, mengobrak abrik ajarn Islam yang sesungguhnya dengan wacana-wacana baru yang lebih canggih dan berdayatipu luar biasa.
Dan muslim jangan mau kalah!!!

Mu Yang Maha pada Mentari Pagi


03102012
teman, batapa nikmatnya materi udara bisa keluar-masuk menelusuri tiap rongga alat pernafasan kita setiap saat, apalagi jika menikmatinya pada pagi hari dari bawah pohon yang rindang… hmmm… subhaanallah… segarnyaa…
lalu ingatkah teman, setiap pagi kita terbangun, membuka mata, menghentakkan tulang-belulang, saraf-saraf, serta otot-otot tubuh kita yang berjam-jam sebelumnya mati…
kemudian… ingatkah, setiap pagi kita mengawali hari menyusuri jalanan bermil-mil, berakselerasi. Raga kita melaju menantang angin… nikmatnya angina ketika menerpa pori-pori wajah kita, apalagi jika terlalu pagi, maka udara terbersihlah yang akan paru-paru kita terima… rasakan sensasinya… sambil menghirup udara segar itu perlahan… dalam… dan sedikit pejamkan mata sambil berucap
“subhaanallaah, betapa Allah masih memberiku kesempatan untuk melalui hari ini… alhamdulillaah… izinkanku agar hari ini Engkau senantiasa mengiringi setiap hela nafas ini, agar segala aktivitasku senantiasa dalam ridlaMu… aamiin.” Betapa sempurna cinta Allah kepada kita… ^^”
Setelah berjuta nikmat itu, masihkah kita berhasrat untuk mengecewakanNya??????

Jam'iyyah Islaamiyyah


01102012
Sobat, Jam’iyyah Islaamiyyah adalah atemapt di mana kita bisa mengadu, mengadukan persoalan ummat, juga persoalan syiar Islam kita di lingkungan tempat kita berada kemudian saling mengakomodasi untuk menghasilkan suatu solusi strategis. Pada haqiqatnya jam’iyyah kita mula-mula dibangun atas dasar itu.
Jam’iyyah Islaamiyyah, para jundinya adalah insane-insan dengan syakhshiyyah Islaamiyyah yang mapan mengkristal, karena itu mereka bernaung di bawahnya dengan misi yang sama, yakni: “merealisasikan kehendak Allah, Khaaliqu kulli syay`in”. merekalah sales promotion of Islam yang mempromosikan nilai-nilai Islam melalui geraknya hati dan raga mereka, kemudian memiliki kepedulian akan nilai-nilai Islam yang tidak tegak di atas bumi, juga akan nilai-nilai Islam yang tidak tegak dalam diri orang-orang yang berpijak di atasnya.
Sobat, tiada jalan lain bagi kita selain mengambil peran itu, sebab tempat kembali kita hanya dua pilihan, jika tidak surga maka neraka. Tidak ada manzilah bayna l-manzilatayn. Lagipula api dunia mampu melepuhkan kulit kita dengan cara yang teramat menyakitkan. Sementara surga hanya diperoleh dengan bayaran yang bukan murah, dengan amalan yang hanya sepele tak mengandung faidah.

syukur...


30092012
Daripada tidak ada, ada lebih baik. Manfaatkan yang ada pada dan di sekitarmu seoptimal mungkin untuk kemaslahatan, meski ia itu tak terlalu bagus, tak terlalu banyak, tak terlalu mahal, tak terlalu cukup, dan takterlalu-takterlalu lainnya.
Pikirkan jika yang ‘takterlalu’  itu tidak ada sama sekali, maka takkan diperolah sedikitpun manfaat darinya.
Bersyukurlah dengan yang sedikit, maka Allah akan menambah dengan yang lebih dari cukup, yang terbaik…

Maaf


29092012
Apakah yang sedang mengisi fikirmu kini?
Tahukah kawan, kadang kita butuh waktu untuk sendiri…
Sendiri dan sepi memberi kita peluang untuk banyak merenung. Merenungkan hari kemarin, hari esok, sejam yang lalu, sejam kemudian. Ya, masa-masa yang lalu dan apa yang kemudian akan terjadi di masa depan.
Dua dimensi waktu itu yang senantiasa muncul memberikan bayang-bayangnya dalam sendiri dan sepiku. Bayang-bayang itu pula yang mendorongku untuk menulis ini…
Tahukah kawan, dalam sendiri dan sepi ini renungku mengantarku kembali pada waktu-waktu yang lalu, di sana kutemukan wajah-wajah yang tengah kuhadapi namun kemudian kutinggalkan kesan yang membekas luka pada dinding rasanya…
Kawanku, dari bawah temaram sendiri dan sepi ini tiba-tiba ku teringat bahwa Allah menciptakan kita dengan akal yang merupakan sebab kemuliaan kita, namun juga Dia melengkapinya dengan hawa nafsu…
Kemudian ku tersadar bahwa kadang akal kita bisa saja terkulai lemah tak berdaya di bawah injakan hawa nafsu itu. Tak selamanya kita bisa menjaganya tetap stabil untuk menyatakan yang haqq melalui tingkah kita…
Karena itu, maafkan atas segala kelemahanku yang terkadang mengalah pada profannya dunia………^^”

Thursday, July 19, 2012

The Marginalized Studies

Sangat banyak ayat al-Quran maupun Hadits yang mengetengahkan persoalan kewajiban Muslim dalam menuntut ilmu. Di antaranya:

عَنْ أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
)رواه ابن ماجه(

Dari Anas ibn Malik r.a ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”. (HR. Ibn Majah) 

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[1258]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS.
Hal ini merupakan isyarat bahwa Allah memeberi penekanan lebih terhadap kewajiban berilmu jauh di bawah kewajiban beramal. Artinya kewajiban seorang Muslim sebelum beramal adalah berilmu. Bahkan ‘aqidah yang lurus dan ketaqwaan hanya akan dapat dipertahankan dan diperoleh dengan jalan ilmu.
Al-Quran dan as-Sunnah. Keduanya tak hanya menjadi konstitusi (sumber hukum) Islam, namun juga berfungsi sebagai sumber keilmuan bahkan tolok ukur kebenaran. Dengan fungsi-fungsi itu keduanya menjadi wajib (ain) dipelajari oleh setiap Muslim baik laki-laki maupun perempuan.

Rasulullah saw sudah meramalkan tercerabutnya dasar-dasar ilmu keIslaman ini melalui hadits beliau:
Dari Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan. (Shahih Muslim No.4828)
Hingga kini terbukti dasar-dasar ilmu Islam tersebut bahkan menjadi sangat asing di telinga para penyandangnya (Muslim sendiri). Minat Muslim kini lebih condong/dicondongkan kepada studi-studi di luar itu padahal pokok-pokok ilmu keIslaman seperti ‘Ulumul Quran, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ushul Fiqh, dll –bagi Muslim—mesti tertanam sejak dini, sebab hal ini (yang) akan membentuk karakter Islami (syakhshiyyah Islaamiyyah) yang menjadi pola perilaku Islami bagi kehidupan mereka secara vertikal, horizontal, maupun diagonal.

Untuk menghidupkan kembali tradisi studi terhadap dasar-dasar keilmuan Islam ini, demi membuminya al-Quran dan as-Sunnah sebagai petunjuk utama yang otoritatif, selain itu agar segala amal yang kita lakukan benar-benar terpimpin dan terhindar dari amalan yang sia-sia oleh karena beramal tanpa ilmu, maka langkah awal untuk memulai mempelajarinya sangat perlu dilakukan.

104. apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". mereka menjawab: "Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. (QS. Al-Maidah: 104)
67. dan mereka berkata;:"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar Kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan (yang benar). (QS. Al-Ahzab: 67)
157. dan karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An-Nisa: 157)
Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar Kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan Kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar". (QS. Al-Ahzab: 64-68)
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al-Kahfi: 103-104)

“Wa maa yadzdzakkaru illaa uluul albaab”
“Wa Innamaa l-‘ilmu bi t-ta’allum”

biarkan terbang

Rabbiy, izinkanlah energi positifMu senantiasa mengalir bersama tiap-tiap sel darah merah dalam tubuhku, melewati setiap milinya sehingga energi itu akan senantiasa mengiringi setiap hela nafas serta serat-serat otot kakiku untuk berlari kencang kemudian terbang mencari cintaMu,,,,